Tinjau KIK, Wabup : Dengan Pendirian Pabrik di KIK, Bisa Jadi Momentum Kembangkan Industri di Kendal

0
177

KENDAL Mediacakra.com – Sebagai upaya untuk mendukung geliat ekonomi nasional, Kawasan Industri Kendal kini telah menjelma destinasi unggulan dan idola baru kawasan industri di Indonesia. Baik bagi para investor luar maupun dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan Direktur utama KIK, Stanley Ang saat menerim kunjungan kerja Wakil Bupati Kendal, H Windu Suko Basuki didampingi Kepala Disnaker Kendal, Syukron Samsul Hadi, Jumat (16/4/2021).

Stanley memaparkan, KIK adalah pengembangan kota industri terbesar di Jawa Tengah dengan ukuran total pengembangan 2.200 hektar.

“KIK merupakan perusahaan patungan antara dua pengembang industri di Asia Tenggara, Naming Sembcorp Development Ltd dan PT Jababeka;” jelasnya.

Stanley menambahkan, KIK Kendal ini dibagi menjadi enam klaster industri yaitu makanan dan minuman, elektronik, otomotif, fesyen, furniture, dan pendukung dari lima industri tersebut seperti logistik.

Sampai Februari 2021, lanjutnya, sudah ada 66 investor dengan nilai investasi mencapai Rp 19,2 triliun dan dapat menyerap tenaga kerja hingga sembilan ribu orang.

“Dari jumlah 66 tenant tersebut paling banyak dari sektor industri fesyen, elektronik, dan kemasan. 49 persen investor berasal dari Indonesia, 40 persen didominasi dari China, Taiwan, dan sisanya dari Singapura, Hongkong, Korea Selatan, serta Malaysia,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Stanley mengucapkan terima kasih atas kunjungan Wakil Bupati Kendal di KIK.

Menurutnya, ini adalah sebagai dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kendal kepada pengembangan KIK.

“Terima kasih atas kunjungan bapak Wakil Bupati ke KIK. Ini bisa sebagai dukungan kepada para investor yang akan menanamkan invesnya di KIK. Sehingga KIK bisa lebih berkembang,” ungkap Stanley.

Usai kunjungan di Kantor KIK, Wakil Bupati beserta rombongan meninjau beberapa pembangunan di KIK. Diantaranya beberapa pabrik yang sedang masa konstruksi.

Menurut, H Windu Suko Basuki, dengan pendirian beberapa pabrik di KIK, bisa menjadi momentum mengembangkan Industri di Kendal.

Hal itu karena status Kawasan Ekonomi Khusus yang memberikan lebih banyak keuntungan bagi investor, upah bulanan yang kompetitif dengan pekerja yang kompeten, infrastruktur makro-mikro yang memadai, kemudahan dalam berbisnis dan lokasinya yang strategis.

“Sehingga bisa menyerap keahlian industri SDM daerah, serta menjadi spirit tersendiri bagi generasi muda Kendal. Saya minta SDM Kendal harus diprioritaskan,” ujarnya.

Dirinya juga berharap kepada KIK untuk terus meningkatkan kolaborasi dengan sekolah kejuruan dan lembaga pendidikan di Kendal lainnya, dalam rangka penyerapan tenaga kerja yang sesuai dengan kemampuan.

“Selain itu juga meningkatkan kapasitas serta menghasilkan SDM daerah yang terampil di bidangnya,” pungkas Pakde Bas.

(Nardi Cakra).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here