Sejarah Pembangunan Saluran Irigasi Tangsi Kabupaten Magelang

0
879

Salaman,Mediacakra.com-Daerah Irigasi Tangsi terletak di kaki pegunungan Menoreh 18 km di sebelah selatan Kota Magelang mempunyai luas baku 1.448 hektar.

Adapun mata air irigasinya diambil dari Bendung utama yaitu Bendung Tangsi sebagai satu- satunya sumber air dari sungai tangsi.

Talang dengan lebar 2.5 meter dan tinggi 10 meter panjang 100 berfungsi ganda selain untuk irigasi juga jalan penghubung antara Dusun Mbeteng menuju Dusun Kempul Desa Menoreh kecamatan Salaman Kabupaten Magelang Jawa Tengah,Hingga kini belum pernah direhab masih terlihat kokoh dan berfungsi dengan baik untuk irigasi.

Menurut informasi dari Kiyai Akhsani yang beralamat di Borobudur menceritakan,Bendung Tangsi mempunyai satu pengambilan dan tiga pintu air pemasukan di lengkapi pintu penguras Bendungan dan penguras kantong lumpur.Ucap Sani.

Selain itu ia juga menceritakan Daerah Irigasi Tangsi bagian hulu sampai bagian hilir sepanjang 17.3 km mempunyai kemiringan sedang,sehingga pada saat musim penghujan tidak ada sawah yang tergenang air dari sisi kanan berupa pegunungan menoreh dari sisi kiri berupa tebing yang sangat curam, sehingga irigasi Tangsi sering mengalami kerusakan karena tanahnya labil.

Sementara pak Kartodimejo yang sudah berusia 90 tahun memberikan keterangan Saluran Tangsi di Desa Kebonsari Kecamatan Borobudur “Sing jebol sakniki,wonten bocalan toyo jerone 20 meter sing ndamel Londo sing ngeduk tenogo menuso,nek mboten purun kerjo di gebuki kaleh Londo,jaman semonten dereng wonten bego,tenogone nggih menuso mas.(Saluran irigasi yang jebol sekarang ada Croosdrain kedalaman 20 meter yang mengerjakan jaman Londo,memakai tenaga manusia,kalau tidak mau bekerja di gebuki kaleh londo,pada saat itu belum ada alat berat,untuk mengerjakan memakai tenaga manusia.)Tutur Kartodimejo.

Berdasarkan peta kolonial Belanda tahun 1938 terdapat jembatan bersejarah yang melintasi Kali Kluban yang terletak di daerah Dusun Kempul dan Dusun Beteng,Desa Menoreh,Kecamatan Salaman,Kabupaten Magelang Jawa Tengah.

Jembatan tersebut merupakan talang air irigasi yang berfungsi sebagai jembatan penghubung antara Dusun Beteng dan Dusun Kempul Desa Menoreh.

Jembatan ini memiliki tujuh pilar yang melekung oleh karena itu masyarakat menyebutnya dengan Plengkung Pitu.

Jembatan Irigasi Induk Kali Tangsi ini dibangun pada tahun 1900-an di perkirakan setelah tahun 1922 dikarenakan dalam peta kolonial Belanda 1922 saluran irigasi Tangsi ini belum nampak,Walaupun sudah berusia lebih dari 80 tahun namun talang air ini masih berfungsi dengan baik.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, bangunan diperkirakan telah diperbaiki di bagian bawah talang terlihat juga goresan kuas yang kemungkinan pernah ada bocoran di bangunan tersebut.

Dengan adanya Plengkung Pitu maka sebagian tanah pertanian di wilayah Kecamatan Borobudur dapat teraliri air.

Saluran Induk Tangsi mempunyai panjang 17.303 km,saluran Sekunder Tangsi I dengan panjang 2,6 km , Sekunder Tangsi II panjang 1,57 km dan Sekunder Tangsi III dengan panjang 5,6 km. Daerah Irigasi Tangsi mengaliri areal baku rencana 1448 ha namun sekarang sudah berkurang di karenakan adanya alih fungsi

Penulis:Sumarno S.T

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here