Penanganan Talang Darurat Daerah Irigasi Tahap ke Tiga Sudah Mencapai 85%

0
430

Borobudur,Mediacakra.com-Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Progo Bogowonto Luk ULO (PSDA) Koodinator Kelompok Pengelola Wilayah Progo Hulu Mengadakan selamatan atau kenduri di Desa Kebonsari,Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang.Jumat (26/3).

Kegiatan selamatan tersebut di hadiri para pejabat struktural DPUPR Kabupaten Magelang, UPT Salaman, dan Koorpokla Progo Hulu beserta staf serta masyarakat.

Menurut kiyai Nurakhsani yang memimpin kegiatan doa tersebut menuturkan,maksud dan tujuan doa bersama agar penanganan darurat tangsi tahap ketiga ini bisa berkah dan bermanfaat untuk masyarakat,serta semua para pejabat selalu di berikan kesehatan dan di berikan kemudahan segala urusan.Demikian pula yang mengerjakan di berikan keselamatan serta talang darurat sepanjang 30 meter biar bertahan lama sampai pekerjaan permanenya jadi.imbuh Sani

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya saluran induk tangsi jebol pada tanggal 27 Oktober 2020.sudah lima (5) bulan penanganan darurat terus di lakukan memakai drum yang di las sepanjang 30 meter karena lokasi kedalaman mencapai 15 meter maka drum kembali longsor.

Kemudian penanganan darurat kedua memakai trucuk bambu petung di buat talang sepanjang 30 meter ketika di uji coba dengan kapasitas debit air 1.8 liter/ dtk pada tanggal 21 Maret 2021 hanya mampu dua hari,pada tanggal 23 Maret 2021 kembali jebol karena di guyur hujan sangat lebat

Kepala DPUPR Kabupaten
melalui Kasi bina manfaat dan plt oprasi pemeliharaan irigasi (OP) Ir H.M Nurcahyo ketika memberikan keterangan pers di hadapan para awak media di lokasi pekerjaan talang darurat menharapkan agar penanganan darurat bisa bertahan lama.

Sedangkan galian sedimen menggunakan exsavator sepanjang 1km sudah mulai di kerjakan sejak hari kamis kemarin di perkirakan hari jumat galian sedimen sepanjang 1 km sudah selesai di laksanakan,ketika penanganan talang darurat ke tiga sudah selesaib air bisa kembali normal.tgs Nurcahyo.

Sejarah bendung tangsi Kabupaten Magelang di bangun oleh kolonial Belanda pada tahun 1938 panjang saluran 17.km dengan debit air 20.381 liter/ detik dengan
areal baku seluas 1448 ha.

“Walaupun sudah berusia 83:tahun talang saluran irigasi tangsi kelihatan kokoh dan masih berpungsi hingga kini.

Dengan jebolnya saluran irigasi tangsi Kabupaten Magelang berdampak 500 ha tanah pertanian menjadi kering ,adapun 10 Desa yang terdampak antara lain Desa kebonsari,Tegal Arum ,Kembang Limus,Ringinputih  Borobudur,Wanurejo,Candiejo Karang Rejo, dan Bumirejo ,selain itu juga terdampak sumur menjadi kering .

Sementara di tempat terpisah Kepala Balai PSDA Probolo ,melalui Kasi Operasi dan Pemeliharaan (OP) Fredy Nurcahyo S.T.M.T .Ketika di mintai keteranganya melaui tlpn selulernya ia mengatakan bahwa,kita sebagai pelayan masyarakat harus berusaha semaksimal mungkin ,untuk mengatasi penanganan darurat Daerah irigasi Tangsi Tahap Ketiga .

“Sesulit apapun penanganan darurat harus tetap di kerjakan sambil menunggu pekerjaan kuntruksi permanen yang saat ini sedang tahap lelang,mudah- Mudahan pada bulan Mei 2021 pekerjaan kuntruksi permanen sudah bisa di laksanakan.ucapnya

Selain itu ia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh kepala desa yang terdampak yang telah ikut menyengkuyung kegiatan talang darurat sepanjang 30 meter yang terbuat dari bambu.

“Ucapan terima kasih juga di sampaikan DPUPR Kabupaten Magelang ,Koramil 19,Kodim 0705 Magelang, Kecamatan Borobudur, Relawan Indonesia ( GRI) Kota Magelang dan masyarakat.yang ikut berpatisipasi membantu penanganan darurat.Tutur Fredy.

(SM/Cakra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here