Kota Salatiga Zona Merah,Pemkot Akan Perketat Operasi Yustisi

0
180

Salatiga,Mediacakra.com-Penambahan kasus Covid-19 secara signifikan di Kota Salatiga mengubah status dari zona oranye menjadi zona merah.

Sekretaris Daerah Kota Salatiga Wuri Pujiastuti mengatakan, tercatat ada penambahan 96 pasien kasus Covid-19.

Menurut Wuri, dengan perubahan status dari oranye menjadi merah tersebut Satgas Covid-19 Kota Salatiga, akan menerapkan sejumlah aturan untuk menekan penyebaran virus corona.

“Saya sudah lapor ke Wali Kota Yuliyanto yang saat ini juga sedang isolasi mandiri, kita ambil langkah taktis dan cepat agar Covid-19 ini tidak semakin merajalela,” kata Wuri, Rabu (16/6/2021).

Aturan yang akan diterapkan di antaranya hotel tidak boleh mengadakan acara pernikahan dan rapat, semua tempat pariwisata ditutup, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Salatiga diinstruksikan menambah tempat tidur dan ruang isolasi khusus Covid-19.

“Kita juga tidak menerima studi banding dari daerah lain dan tidak mengirim ke luar daerah,” ungkapnya.

Wuri juga mengatakan Pasar Pagi akan diatur jarak berjualan antar pedagang dan Pasar Tiban di Jalan Lingkar Salatiga (JLS) akan tutup selama dua minggu.

“Sementara untuk pasar tradisional, akan buka selama enam hari dan satu hari libur untuk penyemprotan disinfektan,” tegasnya.

Ditambahkan, untuk toko modern diizinkan operasional hingga pukul 21.00 WIB.

“Operasi yustisi dan mobil sosialisasi akan terus bergerak. Kita pantau rumah makan karena ada aturan hanya melayani take away atau pesan antar,” kata Wuri.

Pengawasan di area publik juga akan diperketat karena ditutup sementara waktu.

“Lapangan Pancasila dan taman kota kita tutup, Kolam Renang Kalitaman juga tutup,” ungkapnya.

(Dian/Cakra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here