Hadapi Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Kepolda Jateng Gelar Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Pengamanan Lebaran

0
183

KENDAL, Mediacakra.com – Dalam rangka menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Kepolisian Daerah Jawa Tengah menggelar Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Pengamanan Lebaran Idulfitri, digelar secara daring yang dipusatkan di Markas Polda Jawa Tengah, Kamis (29/4/2021).

Rakor lintas sektoral dipimpin Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Muhammad Luthfi yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Rudianto beserta jajaran.

Sementara di Mapolres Kendal, acara Rakor Lintas Sektoral yang diikuti secara virtual, dipimpin Kapolres Kendal, AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo dan dihadiri oleh Wakil Bupati Kendal, H Windu Suko Basuki bersama Komandan Kodim 0715/Kendal, Letkol Inf Iman Widhiarto.

Selain itu juga dihadiri jajaran Kodim Kendal dan Polres Kendal, perwakilan dari, Dinas Perhubungan Kendal, Kemenag Kendal; Satpolkar Kendal, BPBD dan SAR Kendal,

Kapolda Jateng dalam sambutan pembuka Rakor menyampaikan, rakor ini digelar dalam rangka mempersamakan persepsi, terkait antisipasi baik sebelum maupun sesudah lebaran Idulfitri 1442 H.

Ditegaskan, pihaknya akan memberlakukan Operasi Ketupat Candi tanggal 6 Mei 2021 untuk mencegah terjadinya arus mudik Idul Fitri selama pandemi Covid-19 masih merebak. Kapolda pun menegaskan orang yang mudik, bakal diminta memutar balik.

“Bagi pemudik yang masuk perbatasan Jawa Tengah, saya instruksikan untuk disuruh kembali. Tapi itu nanti pemberlakuannya pada tanggal 6 Mei. Jadi ini kita sampaikan kepada masyarakat yang mudik mulai tanggal 6 Mei pada saat berlaku Operasi Ketupat Candi,” tandas Irjen Pol Luthfi.

Untuk itu sebelum operasi tersebut berlangsung, Luthfi mengaku, untuk pengamatan sudah dimulai dilakukan dan masyarakat bisa memaklumi imbauan dari pemerintah untuk tidak mudik.

“Kalau sekarang , kita masih upayakan prefentif. Jadi sekarang itu, kita hanya memberikan peringatan dan mendidik. Kita cek yang masuk wilayah Jawa Tengah dengan rapid test antigen,” ungkap Luthfi.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam sambutannya menegaskan, antisipasi lebaran 1442 ini penting untuk dilakukan, mengingat dalam suasana libur pasti ada peningkatan jumlah terpapar Covid-19 di suatu daerah.

Selain itu, dalam arus mudik nanti pasti akan bersinggungan dengan daerah-daerah lain. Ia mencontohkan, misalnya pembatasan dibuat untuk empat kabupaten/kota, maka daerah yang berada di ujung pasti berhubungan dengan daerah lain juga.

“Hal ini yang akan kami matangkan dan disampaikan. Kami juga sudah melakukan komunikasi dengan beberapa gubernur yang ada di Pulau Jawa melalui pertemuan para Sekda, untuk nanti kami bareng mengatur, supaya perpindahan orang dari masing-masing provinsi itu bisa disiapkan pengaturannya,” terangnya.

Selain itu, Ganjar menambahkan, komunikasi antarprovinsi tersebut menjadi penting, yakni provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

“Apabila pemudik atau pergerakan orang di DKI dan Jawa Barat bisa terkontrol atau tersaring. Maka kita harapkan Jawa Tengah relatif aman. Nanti kepolisian yang akan menyiapkan,” ungkapnya.

Sementara itu Kapolres Kendal, AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo usai acara mengatakan, Kepolisian dalam melaksanakan pengamanan Idulfitri 1442 H dan mengawal larangan mudik 2021, adalah bentuk pengabdian dari Kepolisian kepada masyarakat.

Menurutnya, meski operasi baru dilaksanakan 6 Mei mendatang, namun pihaknya sudah melaksanakan kegiatan tersebut mulai tanggal 24 April.

“Ini adalah bentuk pengabdian kita, pelayanan kita kepada masyarakat. Untuk itu kita bersama pemkab sudah membangun sembilan posko. Diantaranya satu posko pelayanan di Alun-alun, tiga posko di exit tol. Kemudian dua posko di toll KM 391 A dan di KM 389 B. Selain itu kita juga buar tiga posko pemantauan diantaranya di Boja, Sukorejo dan di Cepiring,” ungkap AKBP Raphael Sandy.

Kapolres juga mengingatkan terkait pengawasan sampai tingkat desa dan RT/RW, terkait pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro yang sudsh ada 286 posko PPKM Mikro di Kabupaten Kendal.

“Untuk PPKM Mikro tingkat desa, nantinya para Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga akan melakukan pengecekan kepada masyarakat yang mudik, itu gunanya untuk menekan adanya Covid-19 khususnya wilayah Kendal” kata Raphael Sandy.

Sementara itu, Wakil Bupati Kendal, H Windu Suko Basuki mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dan memiliki kesadaran yang tinggi dalam mematuhi anjuran pemerintah dalam larangan mudik tahun ini.

Hal ini, lanjut Pakde Bas sapaan akrabnya, demi mencegah penyebaran dan munculnya klaster baru, jika kegiatan mudik tidak dikontrol dan diawasi secara maksimal.

“Saya pesan, sayangi keluarga anda. Tunda silaturahmi saat lebaran ini. Mari kita sama-sama mencegah agar Covid-19 segera menurun. Karena sampai hari ini masih ada kenaikan, meski relatif rendah. Tapi lebih baik mencegah daripada mengobati,” ungkap Pakde Bas.

(Nardi Cakra).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here